TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Jejak Sejarah Gang Mawar, Dahulu Dikenal sebagai Gang Lebet di Belakang Pendopo Cianjur

Jejak Sejarah Gang Mawar, Dahulu Dikenal sebagai Gang Lebet di Belakang Pendopo Cianjur
zonapasundan.com,-  Nama Gang Mawar LEA (Lebet Atas) yang terletak di belakang Pendopo Kabupaten Cianjur, mungkin terdengar biasa saja bagi masyarakat sekarang. Namun, di masa lalu gang ini memiliki nilai sejarah yang cukup kuat dan dikenal dengan sebutan Gang Lebet.

Gang tersebut membentang sejajar dengan Sungai Cianjur, dengan ujung keluar di bekas Bioskop Dewi atau Haji Adil. Pada masa lalu, terutama di era Bupati Cianjur Raden Adipati Aria Prawiradirdja II (1862–1910), kawasan ini merupakan tempat tinggal para karyawan pendopo. Mulai dari juru masak, pengurus kuda, hingga petugas kebersihan, banyak yang bermukim di sepanjang gang ini.

Bupati Prawiradirdja II dikenal sebagai bangsawan kaya raya sekaligus donatur utama surat kabar revolusioner Soenda Berita yang digagas oleh Tirto Adi Soerjo (TAS). Ia juga sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja dan seniman yang bertugas di pendopo. Bahkan, khusus untuk seniman, asrama mereka berada di lokasi yang kini dikenal sebagai Hotel Aden.

Salah satu seniman kesayangan sang bupati adalah Ayah Arkaen, yang tak lain merupakan leluhur Aki Dadan, sesepuh mamaos (seni tembang Cianjuran). Hal ini menjadi bukti eratnya hubungan antara seni tradisi dengan kehidupan sosial di lingkungan pendopo kala itu.

Secara etimologi, kata “Lebet” dalam bahasa Sunda berarti dalam atau orang dalam. Nama ini melekat karena kawasan tersebut memang dihuni oleh para pekerja “orang dalam” pendopo. Namun, pada masa pembangunan era Orde Baru, nama Gang Lebet diubah menjadi Gang Mawar yang dikenal masyarakat hingga sekarang.(Sumber: Kang Pepet Djohar dan Aki Dadan) Penulis : muharamluki


Liris ulang : (iwan)

Type above and press Enter to search.