![]() |
FKUB Cianjur Gelar Hari Toleransi Internasional 2025 dan Kirab Budaya Nusantara Lintas Iman |
ZONAPASUNDAN.COM,- CIANJUR //Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cianjur menggelar rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Toleransi Internasional Tahun 2025, pada Sabtu (15/12/2025), berupa Kirab Budaya Nusantara Lintas Iman yang melibatkan berbagai perwakilan agama dan komunitas budaya.
Ketua FKUB Cianjur, KH Choerul Anam, menjelaskan bahwa Hari Toleransi Internasional masih kurang dikenal masyarakat luas. Oleh karena itu, FKUB berinisiatif menghidupkan kembali semangat toleransi melalui kegiatan yang mempertemukan seluruh pemeluk agama di Cianjur.
“Dulu Cianjur ini masuk zona merah kabupaten intoleran. Karena itu, kami berupaya membangun kebersamaan di antara seluruh pemeluk agama—Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, termasuk LDII, Ahmadiyah, Sunda Wiwitan, hingga Kejawen. Semangat kita adalah semangat merah putih, bahwa meski berbeda agama, tetap satu nusa, satu bangsa, satu bahasa Indonesia,” ujar KH Choerul Anam.
Ia menambahkan, tahun ini FKUB memperluas pagelaran lintas agama, termasuk Kirab Budaya dan Lintas Iman. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia oleh FKUB dan berhasil mencetak rekor MURI, yang resmi terpecahkan pada kegiatan tahun ini.
![]() |
FKUB Cianjur Gelar Hari Toleransi Internasional 2025 dan Kirab Budaya Nusantara Lintas Iman |
KH Choerul Anam juga menyampaikan bahwa FKUB Cianjur secara konsisten menggelar program-program toleransi. Pada tahun 2022, FKUB mengadakan pengecatan rumah-rumah ibadah, seperti gereja, pesantren, masjid, hingga vihara. Kemudian pada 2023, FKUB meresmikan Lembur Toleransi, yang menghadirkan keberagaman fasilitas ibadah seperti Gereja Immanuel, Santa Klara, Wihara Nagajena, Iniwara, masjid dan musala, taman pendidikan Al-Qur’an, serta kegiatan bakti sosial pembagian sembako tanpa memandang agama.
“Semua kegiatan ini kami laksanakan untuk memperkuat kerukunan dan merawat kebersamaan seluruh warga Cianjur,” pungkasnya.
(Jos-BR)

