![]() |
PKL Bojong Meron Tolak Relokasi, Pemkab Cianjur Tetap Lakukan Penggusuran Lapak |
ZONAPASUNDAN.COM,– CIANJUR //Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Bomero Citywalk, Bojong Meron, mengaku kecewa dengan tindakan penggusuran lapak yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur pada Selasa (11/11/2025).
Para pedagang menilai langkah tersebut dilakukan secara tergesa-gesa, padahal sebelumnya telah digelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Cianjur untuk mencari solusi terbaik.
Koordinator Lapangan PKL Bomero Citywalk, Zaki Muhaimin, menilai Pemkab Cianjur seharusnya menunda pelaksanaan penertiban hingga ada kesepakatan bersama antara pedagang, DPRD, dan unsur Forkopimda, termasuk Bupati Cianjur.
“Permintaan kami sederhana, pemerintah daerah sebaiknya mengkaji ulang Perbup yang menjadi dasar penggusuran ini. Kami sudah beberapa kali menempuh langkah resmi, mulai dari RDP dengan dinas, aksi di depan pemda, hingga audiensi ke DPRD, tapi belum ada tanggapan nyata,” ujar Zaki kepada wartawan.
Zaki menegaskan, para pedagang bersama mahasiswa dan LSM akan terus memperjuangkan hak mereka untuk berjualan di kawasan tersebut. Ia juga menilai pemerintah daerah tidak menghormati proses administrasi maupun hasil kesepakatan sebelumnya.
“Kalau soal kebersihan atau penataan, itu bisa dikelola bersama masyarakat, karang taruna, dan para pedagang. Kami siap berdiskusi, tapi yang kami minta adalah duduk bersama, bukan digusur sepihak,” tegasnya.
Hingga kini, para pedagang masih bertahan di lokasi sambil menunggu respons resmi dari Pemkab Cianjur.
“Kami berharap Bupati Cianjur bersedia membuka dialog langsung untuk mencari solusi terbaik tanpa merugikan warga kecil yang menggantungkan hidup dari berdagang di kawasan Bomero Citywalk,” pungkas Zaki.
(Ujang Karmawan)
