![]() |
| Setelah Dikelola Pihak Ketiga, Tagihan PDAM Cilaku Melonjak — Warga Merasa Terbebani |
“Saya terkejut saat melihat tagihan bulan ini. Biasanya hanya sekitar seratus ribuan, tapi sekarang bisa dua kali lipat. Padahal, pemakaian air di rumah tidak ada perubahan,” keluh salah seorang warga Cilaku, Selasa (11/11/2025).
Kenaikan tersebut membuat banyak pelanggan kebingungan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit, lonjakan tagihan air terasa seperti beban tambahan yang berat bagi masyarakat.
Warga juga mencurigai adanya kebocoran pada jaringan pipa atau kerusakan alat ukur yang tak segera diperbaiki. “Keran penutup di dekat meteran sudah tidak berfungsi,” ujar warga lainnya dengan nada kecewa.
Lebih dari sekadar persoalan tagihan, masalah ini menyangkut hak masyarakat atas pelayanan dasar air bersih yang layak. “Kami selalu membayar tepat waktu. Tapi sejak tagihan naik, kami sering terlambat karena jumlahnya tidak sesuai kemampuan. Kami memohon agar PDAM meninjau kembali sistem pembayaran ini. Jika bisa, kembalikan seperti sebelumnya sebelum dikelola pihak ketiga,” pinta seorang pelanggan.
Keluhan ini menambah panjang daftar masalah yang dihadapi pelanggan PDAM Tirta Mukti Cianjur, mulai dari gangguan pasokan air, kualitas air yang tidak stabil, hingga lambatnya penanganan keluhan.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM Tirta Mukti diharapkan tidak melupakan esensi pelayanan publik. Air bersih bukan sekadar komoditas, melainkan hak dasar setiap warga.
“PDAM harus hadir mendengar suara warganya. Transparansi dan keadilan dalam pelayanan adalah kunci agar kepercayaan masyarakat tidak hilang,” tutur salah satu warga Cilaku.
Kini, harapan warga sederhana: mereka hanya ingin air mengalir lancar, tagihan wajar, dan pelayanan yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
(Tim Redaksi)
