TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Tanggul Sayap Jembatan di Limbangansari Longsor, Delman Warga Hanyut Terbawa Arus Deras

Tanggul Sayap Jembatan di Limbangansari Longsor, Delman Warga Hanyut Terbawa Arus Deras


ZONAPASUNDAN.COM,– CIANJUR //Tanggul penahan (sayap) jembatan yang berada di Jalan Limbangansari, tepatnya di Kampung Tipar Kaler, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, dilaporkan mengalami longsor pada Sabtu (22/11/2024) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat debit air sungai di bawah jembatan meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak siang hari.

Akibat longsornya tanggul setinggi kurang lebih 25 meter tersebut, satu unit delman milik warga yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian, terseret dan akhirnya hanyut terbawa arus sungai yang deras. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material tak dapat dihindarkan.

Berdasarkan keterangan dari Reades Retana Limbangansari, Hari Haryadi, tanggul yang longsor diketahui merupakan bangunan yang belum genap berusia satu tahun. Menurutnya, struktur tanggul diduga tidak mampu menahan tekanan air yang meningkat secara tiba-tiba.

“Tanggul itu tingginya sekitar 25 meter dan memang belum lama dibangun. Namun karena derasnya aliran air dari hulu ditambah hujan yang terus turun, akhirnya struktur tanggul tidak kuat menahan beban air dan mengalami longsor,” jelas Hari kepada awak media.

Sebagai langkah awal antisipasi, pihak desa bersama aparatur keamanan setempat telah melakukan penjagaan di sekitar lokasi serta memasang police line atau pita pengaman untuk membatasi akses warga. Hal ini dilakukan guna mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi berbahaya.

Tanggul Sayap Jembatan di Limbangansari Longsor, Delman Warga Hanyut Terbawa Arus Deras


“Untuk sementara waktu, kami mengimbau seluruh pengguna jalan yang melintasi jembatan ini agar lebih berhati-hati. Kami juga berjaga di lokasi dan memasang pita pengaman untuk mengantisipasi kemungkinan jembatan roboh atau longsor susulan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Limbangansari, Ahmad Sudrajat. Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat volume air yang terus meningkat dari arah hulu.

“Kami sudah menerima laporan bahwa debit air dari hulu masih terus bertambah. Warga yang berada di sekitar bantaran sungai kami minta untuk tetap waspada dan siap mengungsi jika kondisi memburuk,” ujarnya.

Sementara itu, Babinkantibmas Desa Limbangansari turut menyoroti kelancaran dan keselamatan lalu lintas di atas jembatan tersebut. Ia menegaskan perlunya pembatasan terhadap kendaraan bermuatan berat demi mengurangi risiko kerusakan yang lebih parah.

“Harus ada pengaturan lalu lintas. Kendaraan besar atau yang bermuatan berat sebaiknya untuk sementara waktu tidak melintas di jembatan ini. Kita tidak ingin ada kejadian yang lebih fatal,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih terus melakukan pemantauan secara intensif di lokasi kejadian. Koordinasi dengan instansi teknis pun tengah dilakukan guna mengevaluasi kondisi struktur jembatan serta menyiapkan langkah penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan perbaikan darurat maupun pengalihan arus lalu lintas.

Warga diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati area longsor demi keselamatan bersama.


(Sandi)

Type above and press Enter to search.