![]() |
Tanam Padi Sekali, Panen Empat Kali Siap Diterapkan di Kabupaten Cianjur |
ZONAPASUNDAN.COM,– CIANJUR //Program inovatif di sektor pertanian bertajuk Tanam 1 Kali Panen 4 Kali (T1P4K) siap diterapkan di Kabupaten Cianjur sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan yang digelar di Aula Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jumat (13/12/2025).
Direktur PT TJN, Dian Anggraeni, menjelaskan bahwa metode budidaya padi T1P4K merupakan terobosan pertanian yang memungkinkan petani melakukan satu kali tanam untuk empat kali masa panen. Program ini direncanakan akan dimulai di empat wilayah percontohan di Provinsi Jawa Barat sebelum diperluas ke daerah lain.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan petani. Dengan satu kali tanam, petani dapat memanen hingga empat kali, sehingga waktu dan biaya produksi menjadi lebih efisien,” jelas Dian.
Sementara itu, Ketua Koperasi Petani dan Nelayan Kabupaten Cianjur, Prasetio, mengatakan bahwa pihaknya menerima kunjungan delegasi Barisan Indalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin) dalam rangka penjajakan kerja sama penerapan metode T1P4K di Cianjur.
![]() |
| Tanam Padi Sekali, Panen Empat Kali Siap Diterapkan di Kabupaten Cianjur |
Menurut Prasetio, metode T1P4K merupakan inovasi Bakti Taskin yang telah berhasil dipraktikkan di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Bahkan, pusat produksi beras yang dikelola Bakti Taskin telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk memperluas implementasi program tersebut secara nasional.
“Dengan sekali tanam bisa panen empat kali. Ini tentu dapat mempersingkat masa tanam, meningkatkan produktivitas, dan berdampak langsung pada pendapatan petani,” ungkapnya.
Selain program T1P4K, Bakti Taskin juga memperkenalkan konsep koperasi multipihak, yang mengintegrasikan petani, penggilingan, hingga pembeli dalam satu kelembagaan. Skema ini dinilai mampu memberikan nilai tambah dan keuntungan yang lebih adil bagi petani.
Prasetio menyambut baik upaya Bakti Taskin dalam menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis sektor pertanian.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang kerja sama seluas-luasnya. Untuk teknis pelaksanaan, nantinya dapat dibahas lebih lanjut bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Kepala Dinas Pertanian,” katanya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Dian Anggraeni, menuturkan bahwa pertemuan tersebut mendorong penguatan ekonomi kerakyatan yang bersumber dari petani sebagai pelaku utama. Fokus utama pengembangan diarahkan pada produksi padi berkualitas melalui sistem koperasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.
![]() |
Tanam Padi Sekali, Panen Empat Kali Siap Diterapkan di Kabupaten Cianjur |
“Konsentrasinya adalah padi. Mereka akan mengembangkan koperasi yang melibatkan masyarakat, dengan program unggulan sekali tanam empat kali panen,” jelasnya.
Tak hanya meningkatkan hasil produksi, para petani juga akan dibekali kemampuan manajemen kawasan pertanian. Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi berperan sebagai subjek dan pelaku usaha dalam pengembangan kawasan pertanian secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani di Kabupaten Cianjur dan Jawa Barat pada umumnya.
(Zun)


