TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Totoh Abdul Fatah Mengabdi 17 Tahun di SDN Cibogo Ciranjang, Akhirnya Diangkat PPPK Paruh Waktu

Totoh Abdul Fatah Mengabdi 17 Tahun di SDN Cibogo Ciranjang, Akhirnya Diangkat PPPK Paruh Waktu


zonapasundan.com,– Cianjur //Perjalanan panjang penuh ketekunan dan kesabaran akhirnya berbuah manis bagi Totoh Abdul Fatah (36), tenaga honorer teknis di SDN Cibogo, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Setelah mengabdi selama kurang lebih 17 tahun, Totoh resmi diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Pengangkatan tersebut menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi Totoh. Ia mengaku bersyukur dan lega setelah bertahun-tahun menjalani pengabdian dengan keterbatasan status serta penghasilan yang minim. Menurutnya, perubahan status ini membawa dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi keluarganya, sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian untuk masa depan.

“Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur. Setelah 17 tahun mengabdi, akhirnya ada kejelasan. Ini sangat membantu kehidupan keluarga saya,” ujar Totoh kepada Zona Pasundan, Sabtu (20/12/2025).

Selama belasan tahun bekerja sebagai tenaga teknis honorer, Totoh tetap menjalankan tugasnya di sekolah dengan penuh tanggung jawab. Berbekal ijazah SMA, ia mengabdikan diri membantu operasional sekolah dengan honor yang terbilang pas-pasan. Meski demikian, Totoh tetap berusaha mencukupi kebutuhan keluarga serta membiayai anak-anaknya tanpa mengeluh.

“Walaupun penghasilan tidak seberapa, saya tetap berusaha bekerja dengan ikhlas dan mencintai pekerjaan ini,” tuturnya.

Tak hanya bersyukur atas pencapaiannya, Totoh juga menyampaikan pesan motivasi kepada rekan-rekan honorer lainnya yang hingga kini belum mendapatkan kesempatan diangkat menjadi ASN. Ia mengajak untuk tetap bersabar, bertawakal, serta tidak mudah putus asa dalam menjalani pengabdian.

Totoh Abdul Fatah Mengabdi 17 Tahun di SDN Cibogo Ciranjang, Akhirnya Diangkat PPPK Paruh Waktu


“Untuk teman-teman yang belum diangkat, tetaplah bersabar dan jangan putus asa. Bekerjalah dengan penuh semangat, rajin, dan cintai profesi yang kita jalani,” pesannya.

Kisah Totoh Abdul Fatah menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian yang tulus, konsisten, dan penuh kesabaran pada akhirnya akan membuahkan hasil. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi penyemangat bagi tenaga honorer lainnya, khususnya di lingkungan pendidikan.

Menutup perbincangan, Totoh kembali mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Saya mengucapkan Alhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan kesempatan ini,” pungkasnya.


(UK)

Type above and press Enter to search.