TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Konten Tidak Etis Disorot, Ketum SSI Ajak Kreator Jaga Etika dan Budaya

Konten Tidak Etis Disorot, Ketum SSI Ajak Kreator Jaga Etika dan Budaya


zonapasundan.com,– Cianjur //Fenomena maraknya oknum konten kreator yang menggunakan bahasa kasar, kata-kata tidak etis, serta menampilkan tayangan tidak bermoral menuai sorotan dan kecaman dari berbagai kalangan. Tidak hanya warganet, kritik juga datang dari tokoh masyarakat, agama, dan budaya.

Sorotan tajam muncul terhadap oknum kreator yang dikenal dengan nama Mak Daster (atau Mama Daster) dan Indung Sia, yang dinilai membuat konten tidak pantas dengan aksi menginjak kuburan dan menendang batu nisan demi menarik perhatian serta mengejar viral di media sosial.

Ketua Umum Sawargi Siliwangi Indonesia (SSI), Dadang Rakhmat Hidayat, menyayangkan maraknya konten yang menggunakan bahasa tidak pantas, kasar, serta mencerminkan perilaku yang tidak baik. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan karakter masyarakat Jawa Barat yang dikenal menjunjung tinggi sopan santun dan tata krama.

“Saat ini banyak oknum konten kreator dari Jawa Barat yang menggunakan bahasa tidak pantas, bahkan berkata kasar dan melakukan tindakan yang melanggar tatanan budaya,” ujar Dadang kepada awak media, Sabtu (6/02/2026) di Sekretariat SSI.

Dadang menegaskan, media sosial bukan lagi ruang privat, melainkan ruang publik yang dikonsumsi lintas generasi, termasuk remaja dan anak-anak. Oleh karena itu, konten yang disajikan seharusnya memiliki nilai edukatif dan mencerminkan perilaku yang baik.

“Ketika bahasa kasar dan perilaku tidak baik dipertontonkan, hal ini jelas tidak mendidik dan dapat berdampak pada nilai budaya serta kehidupan sosial,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak negatif terhadap generasi muda akan semakin besar apabila konten tidak bermoral terus diproduksi dan dianggap sebagai hal yang wajar.

“Jangan sampai konten toxic dianggap normal oleh generasi muda,” tegas Dadang.

Lebih lanjut, Dadang mengajak para kreator untuk menghadirkan konten yang membangun, mendidik, serta mengedepankan etika sesuai norma budaya daerah dan bangsa. Kreativitas, menurutnya, harus tetap beradab dan tidak melanggar nilai sosial.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga warisan budaya Sunda yang dikenal dengan kesantunan dan keramahan.

Konten Tidak Etis Disorot, Ketum SSI Ajak Kreator Jaga Etika dan Budaya


“Kalau ada konten yang tidak pantas, jangan hanya ditonton. Mari kita beri masukan untuk saling mengingatkan,” ujarnya.

Dadang mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menjaga identitas sebagai masyarakat yang santun di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia juga mendorong para kreator untuk terus berkarya dengan menghadirkan hiburan yang mendidik, membangun, serta tidak mencederai nilai budaya bangsa.


Pewarta: Dri

Type above and press Enter to search.