TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Kajian Islami di Hotel Gino Feruci Cianjur, Ustadz Agam Fachrul Ajak Generasi Muda Hijrah dengan Cara Modern

Kajian Islami di Hotel Gino Feruci Cianjur, Ustadz Agam Fachrul Ajak Generasi Muda Hijrah dengan Cara Modern


zonapasundan.com,– Cianjur //Suasana penuh khidmat dan antusiasme mewarnai kegiatan ceramah keagamaan yang digelar di Hotel Gino Feruci Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh No.45, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, pada Minggu (29/04/2026). Kegiatan ini menghadirkan dai muda fenomenal, Ustad Agam Fachrul, yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang dekat dengan generasi muda.

Acara tersebut dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan, khususnya anak-anak muda yang datang dengan beragam latar belakang dan keresahan hidup masing-masing. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kajian yang dikemas secara menarik dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Risky Hardiansyah selaku koordinator lapangan dari pihak penyelenggara (IO) saat ditemui menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan syiar Islam sekaligus memberikan pencerahan kepada generasi muda.

“Tujuan kami adalah menyebarkan syiar agama Islam serta memberikan sedikit pencerahan kepada anak-anak muda agar bisa memperbaiki kehidupan mereka menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari cita-cita besar anak muda untuk menjadi bagian dari gerakan syiar Islam yang lebih luas di Indonesia, dengan pendekatan yang modern dan mudah diterima oleh generasi saat ini.

“Kami ingin menyiarkan Islam dengan cara yang lebih modern, lebih dekat dengan anak muda, tanpa menghakimi, tetapi merangkul mereka agar lebih mengenal agama,” tambahnya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Agam Fachrul mengangkat kisah inspiratif Ibunda Maryam yang sarat dengan nilai kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian hidup. Materi tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi peserta yang datang membawa berbagai persoalan kehidupan.

Menurut Risky, banyak peserta yang merasa terhubung dengan kisah tersebut dan mendapatkan pencerahan tentang bagaimana menghadapi rasa sakit dan tekanan hidup dengan cara yang lebih bijak.

“Peserta datang dengan keresahan masing-masing, dan melalui kisah Ibunda Maryam, mereka belajar bagaimana merilis rasa sakit serta menemukan ketenangan dalam menghadapi ujian hidup,” ungkapnya.

Ke depan, pihak penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di Cianjur, tetapi juga menjangkau berbagai kota di Indonesia hingga ke tingkat Asia.

“Kami berharap ke depannya bisa mengunjungi berbagai kota di Indonesia bahkan hingga Asia, agar anak-anak muda semakin rajin mengaji dengan metode yang modern, menarik, dan tidak menghakimi,” jelasnya.

Tanggapan peserta, Ibu Berlin, serta Risky Hardiansyah selaku koordinator lapangan dari pihak penyelenggara (IO).


Sementara itu, salah satu peserta, Ibu Berlin, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kajian seperti ini sangat positif dan memberikan dampak baik bagi masyarakat, khususnya di Cianjur.

“Kegiatan ini sangat bagus dan positif untuk masyarakat Cianjur. Semoga ke depan semakin banyak kajian seperti ini yang bisa mempererat ukhuwah Islamiyah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.


(Iwan)

Type above and press Enter to search.