TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Banjir Bandang Kembali Terjang Sirnagalih, Puluhan KK Terdampak, Warga Harap Normalisasi Sungai Segera Dilakukan

Banjir Bandang Kembali Terjang Sirnagalih, Puluhan KK Terdampak, Warga Harap Normalisasi Sungai Segera Dilakukan




zonapasundan.com,- Cianjur //Banjir bandang kembali melanda Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Luapan air dari Sungai Ciharashas menerjang permukiman warga, memaksa sebagian besar penghuni mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat terdekat.

Kepala Desa Sirnagalih, H. Sugilar S.Pd.I. mengungkapkan bahwa kejadian kali ini memiliki pola serupa dengan banjir bandang yang terjadi tahun sebelumnya. Air meluap dari sejumlah anak sungai yang bermuara ke Sungai Ciharashas, hingga tak mampu lagi menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

“Penyempitan dan pendangkalan sungai menjadi penyebab utama. Selain itu, ada kiriman material dari arah Kebon Jeruk akibat ambrolnya pondasi SDN Kebon Jeruk yang menyumbat aliran air,” ujar H. Sugilar.

Dampak terparah dirasakan warga di RT 05, dengan sekitar 60 kepala keluarga terdampak banjir. Kondisi serupa juga terjadi di RT 02, sementara sebagian wilayah RT 03 turut terendam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp200 juta. Sejumlah perabot rumah tangga dan barang elektronik warga rusak akibat terendam air bercampur lumpur.

Hingga saat ini, laporan resmi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih dalam proses. Pemerintah desa berencana segera berkoordinasi guna mempercepat penanganan. Bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah alat berat untuk melakukan pengerukan sungai.

“Air memang sudah surut, warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Tapi kekhawatiran masih ada. Kalau hujan deras kembali turun, banjir sangat mungkin terulang,” jelasnya.

Pihak desa bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur sebelumnya telah melakukan pengukuran serta pemetaan titik rawan banjir. Namun, realisasi penanganan fisik hingga kini masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Sebagai langkah darurat, pemerintah desa berencana menurunkan alat berat untuk pengerukan sungai guna meminimalisir risiko banjir susulan. Meski demikian, keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama dalam upaya penanganan secara mandiri.

H. Sugilar berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Dinas PUPR, dapat segera turun tangan melakukan normalisasi Sungai Ciharashas secara menyeluruh. Ia menegaskan, tanpa langkah konkret, keselamatan dan harta benda warga akan terus terancam setiap kali musim hujan tiba.


Red

Type above and press Enter to search.