![]() |
Bermodus Wartawan dan Aparat, Tiga Pelaku Pemerasan Ditangkap Buser Polres Sumedang |
zonapasundan.com,– Sumedang //Tim Buser Polres Sumedang Polda Jawa Barat, dibantu jajaran Polsek Cimalaka, berhasil mengamankan tiga orang pelaku tindak pidana pemerasan yang beraksi dengan modus mengaku sebagai wartawan dan oknum aparat kepolisian.
Penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (29/04/2026), setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan penipuan dan pemerasan dengan kedok sebagai insan pers dan aparat.
Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial Rdt, Ak, dan Dn. Mereka diketahui merupakan warga setempat yang menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai wartawan dari media Reskrim serta anggota kepolisian.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, S.I.K., menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan identitas palsu untuk mengintimidasi korban dan melancarkan aksi pemerasan.
“Kami menerima informasi adanya oknum yang mengaku sebagai wartawan dan polisi untuk melakukan kejahatan. Berdasarkan informasi intelijen yang kami himpun, tim segera bergerak dan berhasil mengamankan para pelaku di lokasi,” ujarnya.
Keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi yang solid antara Tim Buser Polres Sumedang dan Polsek Cimalaka. Aparat bergerak cepat sehingga aksi para pelaku dapat dihentikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih luas di masyarakat.
Saat ini, ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Sumedang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai wartawan atau aparat tanpa menunjukkan identitas resmi.
“Jika ada pihak mencurigakan atau meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan institusi tertentu, segera laporkan kepada kepolisian terdekat,” tegas Kapolres.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara menyeluruh dan memastikan para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.
(Amad Ma’muri)
