![]() |
| Gegara Dugaan VCS, Oknum Sekdes di Sukaluyu Disorot, Dinilai Cederai Citra Aparatur Desa |
zonapasundan.com,– Cianjur //Dugaan kasus yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) perempuan berinisial (AS) dari salah satu desa di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut dinilai mencoreng citra aparatur pemerintahan desa dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus ini bermula dari perkenalan melalui media sosial TikTok yang kemudian berkembang menjadi komunikasi intens dengan seorang pria. Hubungan tersebut diduga berlanjut hingga terjadi interaksi melalui video call yang tidak pantas.
Dalam interaksi itu, (AS) diduga melakukan panggilan video tanpa busana. Situasi semakin rumit setelah pihak pria diduga merekam kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai alat ancaman untuk disebarluaskan.
Menurut keterangan yang beredar, (AS) mengaku sempat dijanjikan akan dinikahi oleh pria tersebut. Bahkan, disebutkan adanya respons dari pihak keluarga yang memperkuat keyakinannya. Namun, hubungan tersebut justru berujung pada dugaan tekanan dan ancaman.
Saat dikonfirmasi pada awal April 2026, yang bersangkutan menyampaikan bahwa dirinya masih berstatus menikah, namun tengah menjalani proses perceraian. Meski demikian, sejumlah pihak menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya dijaga oleh seorang aparatur pemerintah desa.
Sementara itu, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur menyayangkan peristiwa tersebut dan menyatakan akan menindaklanjuti secara tegas sesuai aturan yang berlaku.
Sejumlah warga turut menyayangkan kejadian ini. Selain berdampak pada nama baik pribadi, kasus tersebut dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan desa.
“Sebagai perangkat desa, seharusnya menjaga sikap dan perilaku, meskipun sedang dalam proses perceraian,” ujar salah seorang warga.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait penanganan kasus tersebut. Masyarakat berharap adanya langkah tegas serta pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Tim
