TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Geng Motor Resahkan Warga Haurwangi, Patroli dan Jam Malam Dinilai Belum Cukup

Geng Motor Resahkan Warga Haurwangi, Patroli dan Jam Malam Dinilai Belum Cukup


zonapasundan.com,- Cianjur //Maraknya dugaan tindakan kriminal yang melibatkan geng motor di wilayah Kecamatan Haurwangi kian meresahkan masyarakat. Fenomena ini bahkan disebut-sebut seperti “agenda rutin” yang terus berulang, terutama saat malam akhir pekan.

Jalanan yang seharusnya menjadi ruang publik yang aman, justru berubah menjadi situasi yang menegangkan bagi warga.

Keresahan ini bukan tanpa alasan. Meski tidak semua geng motor dapat digeneralisasi sebagai pelaku kriminal, fakta di lapangan menunjukkan kehadiran kelompok tersebut kerap berujung pada gangguan ketertiban. Mulai dari konvoi ugal-ugalan hingga aksi yang mengarah pada kekerasan, menjadi ancaman nyata yang menghantui masyarakat.

Camat Haurwangi, Yadi Supriyadi, mengakui bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menegaskan perlunya langkah serius dan kolaboratif dalam menangani fenomena tersebut.

“Harapan kami ke depan, semua pihak bisa bersatu. Ini bukan hanya tugas pemerintah kecamatan, tetapi juga kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga seluruh warga,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Namun demikian, pernyataan tersebut dinilai belum cukup menjawab kegelisahan publik. Masyarakat kini menunggu langkah konkret yang benar-benar berdampak di lapangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penguatan koordinasi dengan aparat kepolisian, khususnya melalui patroli rutin bersama Polsek Bojongpicung. Patroli malam, terutama pada malam Minggu, menjadi fokus utama karena kerap menjadi puncak aktivitas geng motor.

Kehadiran aparat diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas.

Selain patroli, pemerintah kecamatan juga menerapkan kebijakan jam malam sebagai langkah preventif. Kebijakan ini merujuk pada surat edaran pemerintah daerah untuk membatasi aktivitas pada jam-jam rawan.

Meski begitu, efektivitas kebijakan tersebut masih dipertanyakan jika tidak diiringi dengan pengawasan yang konsisten dan tegas.

Di sisi lain, Camat menekankan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat keamanan. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Sayangnya, partisipasi warga kerap masih sebatas wacana. Tanpa keterlibatan nyata, upaya pencegahan dikhawatirkan hanya menjadi rutinitas administratif tanpa hasil signifikan.

Upaya pembinaan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, terus digencarkan. Berbagai kegiatan melibatkan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga Satlinmas.

Kecamatan Haurwangi yang terdiri dari delapan desa juga menerapkan sistem pengamanan secara bergiliran. Skema ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama serta memperkuat solidaritas antarwarga.

“Dengan sistem giliran, kita ingin membangun rasa memiliki. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab bersama,” tambah Yadi.

Geng Motor Resahkan Warga Haurwangi, Patroli dan Jam Malam Dinilai Belum Cukup


Ke depan, harapan besar tertuju pada terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif. Namun, tanpa langkah nyata yang konsisten dan tegas, persoalan ini berpotensi terus berulang bahkan dengan skala yang lebih besar.

Kebersamaan menjadi kunci utama. Bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata seluruh elemen masyarakat.

Haurwangi sejatinya tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk bertindak lebih tegas, konsisten, dan serius. Sebab, rasa aman bukan sesuatu yang bisa ditunda.


Zun

Type above and press Enter to search.