![]() |
| Halal Bihalal Mimbar Bebas 98’, Soroti Demokrasi dan Keadilan di Tengah Isu Oligarki |
zonapasundan.com,- Cianjur //Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC) menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Mimbar Bebas bertema “Demokrasi dan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Tirani dan Oligarki”. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor LBHC, Sabtu (25/04/2026).
Acara ini dihadiri berbagai elemen, mulai dari perwakilan Jakarta, Bandung, LBH Merah Putih, mahasiswa, hingga para aktivis yang turut meramaikan forum diskusi terbuka tersebut.
Ketua LBHC, Suhendra, menyampaikan bahwa lembaganya yang telah berdiri sejak 1994 dan turut mengalami dinamika perjuangan era 1998, terus berkomitmen menjaga nilai-nilai demokrasi dan keadilan.
“Momentum Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah ini kami jadikan ajang silaturahmi sekaligus membuka mimbar bebas untuk mengaktualisasikan aspirasi teman-teman mahasiswa dan aktivis. Ini bagian dari upaya kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga berharap LBHC dapat menjadi rumah demokrasi bagi masyarakat, khususnya mahasiswa dan aktivis, dalam memperjuangkan hak-hak hukum.
“Mudah-mudahan LBHC bisa menjadi wadah advokasi. Ketika ada aksi atau aspirasi, kami siap memberikan pendampingan hukum,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, berbagai kritik dan gagasan disampaikan peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi demokrasi saat ini. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan solusi konstruktif bagi pemerintah.
Di kesempatan yang sama, Oden, salah satu peserta, menegaskan pentingnya perjuangan melalui jalur supremasi hukum.
“Dalam memperjuangkan keadilan dan demokrasi, kita harus mengedepankan supremasi hukum. Masih banyak kasus yang belum tertangani secara maksimal, terutama dalam bantuan hukum struktural,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini mampu membangkitkan kembali semangat para aktivis untuk terus berperan aktif dalam kehidupan sosial.
“Semoga kegiatan ini menggairahkan kembali semangat kawan-kawan aktivis. Artinya, semakin ditekan, semakin kuat untuk melawan demi keadilan,” pungkasnya.
(Br)
