zonapasundan.com,– Cianjur //Sejumlah orang tua siswa dan warga di sekitar Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, mengeluhkan kebijakan libur mendadak yang diterapkan oleh SMP Pelita Anugrah Bangsa 1 dan SMK Pelita Anugrah Bangsa 2. Penutupan aktivitas sekolah ini memicu tanda tanya besar karena dilakukan di saat sekolah-sekolah lain di wilayah Cianjur tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, gerbang sekolah tampak sepi tanpa ada aktivitas pendidikan. Hal ini dianggap janggal oleh masyarakat setempat, mengingat tidak adanya surat pemberitahuan resmi atau konfirmasi awal mengenai alasan penghentian sementara kegiatan operasional sekolah tersebut, saat dimintai keterangan melalui saluran telepon siswa pun membenarkan bahwa tidak adanya surat pemberitahuan.
Beberapa orang tua siswa menyatakan rasa kecewanya terhadap manajemen sekolah. Mereka menilai ketidakjelasan informasi ini dapat berdampak pada efektivitas belajar anak didik.
"Sekolah lain semua masuk, kenapa hanya di sini yang libur? Kami sebagai orang tua bingung karena tidak ada pemberitahuan jelas sebelumnya. Kami khawatir ini mengganggu kurikulum anak-anak," ujar salah satu perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya klarifikasi telah dilakukan kepada pihak manajemen sekolah. Namun, Kepala Sekolah SMK maupun SMP Pelita Anugrah Bangsa belum memberikan respons.
Saat mencoba dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, nomor kontak kedua kepala sekolah tersebut terpantau dalam keadaan tidak aktif. Hal ini semakin memperkuat spekulasi dan keresahan di kalangan orang tua yang membutuhkan kepastian terkait masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Masyarakat dan orang tua siswa berharap pihak Yayasan atau Dinas Pendidikan terkait dapat segera turun tangan untuk memberikan penjelasan transparan. Warga menuntut agar aktivitas sekolah segera kembali normal demi menjamin hak pendidikan para siswa di Desa Bunikasih.
(R2)
