![]() |
| Pedagang PIC Keluhkan Omzet Anjlok dan Pasar Sepi, Harap Ada Solusi Nyata dari Pemerintah |
zonapasundan.com,– Cianjur //Kondisi Pasar Induk Cianjur (PIC) tengah lesu. Sejumlah pedagang eceran di los pasar mengeluhkan penurunan omzet yang signifikan dalam dua bulan terakhir, bahkan sebagian memilih tidak berjualan akibat minimnya pembeli.
Aa H. Asep, salah seorang pedagang di Pasar Induk Cianjur, mengungkapkan bahwa penurunan pendapatan dirasakan hampir oleh seluruh pedagang, terutama pelaku usaha kecil.
“Dua bulan terakhir ini omzet turun jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jangankan untuk keuntungan, untuk kebutuhan sehari-hari saja sekarang terasa berat,” ujarnya, Kamis (13/4/2026).
Menurutnya, kondisi pasar yang sepi membuat banyak pedagang eceran di los memilih menghentikan aktivitas jual beli sementara waktu. Minimnya pengunjung dinilai menjadi faktor utama merosotnya pendapatan.
Selain itu, para pedagang juga menyoroti ketidakstabilan harga yang diduga dipengaruhi dominasi bandar besar. Hal tersebut semakin mempersempit ruang gerak pedagang kecil dalam bersaing.
“Belakangan ini banyak pedagang yang tidak berjualan karena pembeli sangat berkurang. Situasi ini jelas memukul kami,” kata Aa Asep.
Mewakili para pedagang, ia pun menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindagin) Kabupaten Cianjur, agar segera menghadirkan solusi konkret.
Salah satu usulan yang disampaikan yakni perlunya koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) agar angkutan kota (angkot) dapat melintasi area pasar. Hal ini dinilai penting untuk memudahkan akses masyarakat sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Akses menuju pasar harus dipermudah supaya masyarakat mau kembali berbelanja ke pasar tradisional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, mayoritas pengunjung pasar tradisional berasal dari kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada kemudahan akses dan stabilitas harga.
Para pedagang pun berharap aspirasi ini dapat menjadi bahan kajian bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di pasar tradisional.
“Harapan kami sederhana, pasar kembali ramai dan roda ekonomi pedagang kecil bisa berjalan lagi,” tutup Aa Asep.
Red
