![]() |
| Peresmian Dapur SPPG Sukakerta, Awal Baru Penguatan Layanan Gizi Masyarakat |
zonapasundan.com,- Cianjur //Peluncuran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukakerta di Kecamatan Cilaku berlangsung khidmat sekaligus semarak. Momentum ini menandai babak baru dalam penguatan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur, khususnya bagi masyarakat Sukakerta dan wilayah sekitarnya.
Dengan penuh optimisme, Pembina yayasan, Erlan Agustian, menyampaikan kesiapan operasional dapur yang telah melalui berbagai tahapan persiapan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses berjalan tanpa kendala berarti dan siap memberikan layanan terbaik bagi para penerima manfaat.
“Alhamdulillah, seluruh proses pengolahan di dapur Sukakerta siap dijalankan. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan maksimal demi pemenuhan gizi masyarakat,” ujarnya.
Peresmian ini turut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, Camat Cilaku, aparat TNI-Polri, hingga para kepala desa dan tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendukung program strategis nasional di bidang gizi.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat sejak awal 2025 yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia dan terus diperluas secara bertahap.
Di Cianjur, implementasi MBG diwujudkan melalui Dapur Gizi SPPG yang menjadi garda terdepan pelayanan berbasis komunitas. Dapur ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi makanan bergizi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Owner SPPG Sukakerta Cilaku, Yani Jamitusyarifah, menekankan pentingnya profesionalisme dan independensi dalam pengelolaan dapur. Ia menegaskan bahwa seluruh operasional diserahkan sepenuhnya kepada pengelola sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
“Kami memberikan kepercayaan penuh kepada kepala SPPG untuk mengelola operasional secara profesional dan akuntabel tanpa intervensi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa konsep makanan yang disajikan bukan sekadar lezat, melainkan harus memenuhi standar gizi yang terukur. Oleh karena itu, seluruh tim dapur telah dibekali pelatihan khusus, mencakup teknik memasak, higienitas, hingga pemenuhan kebutuhan kalori dan nutrisi sesuai standar BGN.
Sementara itu, Kepala SPPG Dapur Sukakerta, Andius Gulo, memastikan bahwa seluruh fasilitas dan sistem kerja telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia menambahkan bahwa pembinaan terhadap relawan akan terus dilakukan guna menjaga kualitas layanan secara konsisten.
![]() |
| Peresmian Dapur SPPG Sukakerta, Awal Baru Penguatan Layanan Gizi Masyarakat |
“Seluruh sistem sudah sesuai SOP. Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan agar seluruh tim bekerja sesuai regulasi dan standar yang ditetapkan,” ungkapnya.
Dalam hal sumber daya manusia, pihaknya memprioritaskan perekrutan relawan dari lingkungan sekitar dengan batas usia maksimal 40 tahun. Langkah ini tidak hanya memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal, tetapi juga mempermudah koordinasi di lapangan.
Dengan diresmikannya Dapur SPPG Sukakerta, diharapkan distribusi makanan bergizi dapat segera menjangkau masyarakat secara tepat sasaran. Kolaborasi erat antara pemerintah, aparat, dan pengelola menjadi fondasi kuat dalam memastikan keberlanjutan serta keberhasilan program MBG di wilayah Cilaku.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Iwn

