TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

PT MIM Disambangi Aparatur Desa, Diduga Ingkari Kesepakatan

PT MIM Disambangi Aparatur Desa, Diduga Ingkari Kesepakatan




zonapasundan.com,– Karawang //Merasa dilecehkan dan dinilai merendahkan marwah serta wibawa aparatur pemerintah desa, Kepala Desa Sumurkondang bersama jajaran melakukan kunjungan langsung ke perusahaan PT MIM, Rabu (29/4/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh perangkat desa, kepala dusun (kadus), RT, RW, serta perwakilan Karang Taruna. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas sikap manajemen perusahaan yang dinilai tidak kooperatif terhadap pemerintah desa.

Kepala Desa Sumurkondang, Syaiful Azis, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dipicu oleh tidak adanya tanggapan dari pihak PT MIM terhadap sejumlah surat resmi yang telah dilayangkan oleh pemerintah desa.

“Kunjungan ini kami lakukan karena beberapa surat resmi dari pemerintah desa tidak direspons oleh manajemen PT MIM. Selain itu, perusahaan juga diduga tidak menjalankan kesepakatan yang telah dituangkan dalam notulen pertemuan pada 18 Desember 2025,” ujar Syaiful.

Ia menambahkan, salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut menyebutkan bahwa setiap kerja sama antara PT MIM dengan vendor yang beroperasi di lingkungan perusahaan harus mendapat persetujuan serta rekomendasi dari pemerintah desa.

“Namun berdasarkan laporan masyarakat, terdapat dua vendor baru yang bekerja sama dengan perusahaan tanpa sepengetahuan pemerintah desa,” ungkapnya.

Syaiful juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap manajemen PT MIM yang dinilai menghindari pertemuan langsung di lingkungan perusahaan.

“Pihak perusahaan terkesan tidak mau ditemui di kantor mereka dan selalu mengalihkan pertemuan ke tempat lain, bahkan ke hotel,” tambahnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Desa Sumurkondang, Lukman Hakim, SH, MH, menilai sikap PT MIM sebagai bentuk arogansi terhadap pemerintah desa.

“Apa yang dilakukan PT MIM menunjukkan sikap tidak menghargai pemerintah desa. Ini bukan hanya soal komunikasi, tapi juga menyangkut etika dan penghormatan terhadap institusi pemerintahan,” tegas Lukman.

Ia pun meminta kepada Bupati Karawang dan Gubernur Jawa Barat untuk turun tangan dan memberikan teguran tegas kepada pihak perusahaan.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjadi pembelajaran bagi perusahaan lain di wilayah Kabupaten Karawang,” pungkasnya.


Nuryadin 

Type above and press Enter to search.