TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Audiensi Geotermal Tanpa Kehadiran Bupati, LSM PRABHU Cianjur Sampaikan Kekecewaan

Audiensi Geotermal Tanpa Kehadiran Bupati, LSM PRABHU Cianjur Sampaikan Kekecewaan





zonapasundan.com,- Cianjur //Riki Supiandi selaku Sekretaris LSM PRABHU INDONESIA JAYA DPD Kabupaten Cianjur menyampaikan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran Bupati Cianjur dalam agenda audiensi yang dijadwalkan untuk membahas proyek geothermal di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Menurutnya, absennya kepala daerah dalam forum tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dan sosial dari proyek geothermal.

“Kami sangat menyayangkan sikap Bupati Cianjur yang tidak hadir dalam ruang dialog ini. Ketidakhadiran tersebut bukan hanya persoalan jadwal, tetapi juga mencerminkan kurangnya empati dan tanggung jawab pemimpin terhadap keresahan masyarakat,” ujar Riki.

Ia menegaskan, audiensi merupakan bagian dari hak masyarakat untuk memperoleh transparansi dan penjelasan langsung dari pemerintah daerah terkait proyek yang dinilai berdampak besar terhadap lingkungan serta keselamatan warga.

“Dengan tidak hadirnya Bupati, masyarakat merasa pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap potensi risiko pasca-gempa maupun ancaman ekologis yang dikhawatirkan warga di sekitar Gunung Gede Pangrango,” katanya.

Riki juga menyebut pihaknya datang membawa aspirasi masyarakat akar rumput yang menginginkan adanya keterbukaan dan keberanian pemerintah daerah untuk berdialog secara langsung.

“Kami datang membawa suara rakyat. Jika Bupati tidak bersedia duduk bersama masyarakat, lalu kepada siapa lagi rakyat harus mengadu ketika ruang demokrasi justru terasa tertutup?” tambahnya.

LSM PRABHU INDONESIA JAYA turut mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam melindungi kepentingan masyarakat dibanding kepentingan investasi.

“Kami menduga Pemkab Cianjur lebih mementingkan karpet merah bagi investor dibanding keselamatan warga di kaki Gunung Gede Pangrango. Jangan sampai menunggu bencana besar terjadi baru pemerintah mau bicara,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya mengaku menerima informasi dari Kesbangpol Kabupaten Cianjur bahwa Bupati disebut tidak mengetahui secara detail mengenai proyek geothermal tersebut. Pernyataan itu dinilai janggal mengingat isu geothermal telah berulang kali menjadi perhatian publik melalui audiensi maupun aksi unjuk rasa masyarakat.

“Kami tidak membutuhkan delegasi yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan. Masyarakat ingin mendengar langsung sikap dan penjelasan dari Bupati,” lanjut Riki.

Ia pun meminta pemerintah daerah tidak mengabaikan keresahan masyarakat dan membuka ruang dialog yang lebih transparan.

“Jika proyek geothermal ini memang aman dan berpihak kepada rakyat, maka tidak seharusnya ada ketakutan untuk berdialog secara terbuka dengan masyarakat,” pungkasnya.


Zun

Type above and press Enter to search.