TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

KDS: Normalisasi Sungai dan Danau Retensi Jadi Kunci Penanganan Banjir Tegalluar

KDS: Normalisasi Sungai dan Danau Retensi Jadi Kunci Penanganan Banjir Tegalluar




zonapasundan.com,- Bandung  //Pemerintah Kabupaten Bandung terus mempercepat upaya penanganan banjir di kawasan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari normalisasi sungai hingga pembangunan danau retensi guna mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS (KDS), meninjau langsung proses normalisasi Sungai Cilisungan di Desa Tegalluar, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut meliputi pengerukan sedimentasi, pelebaran sungai, serta penataan saluran air yang menjadi bagian dari program pengendalian banjir di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya.

Menurut KDS, sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun telah menyebabkan kapasitas tampung sungai berkurang secara signifikan. Kondisi tersebut membuat sungai lebih mudah meluap saat curah hujan tinggi dan debit air meningkat.

“Normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi, pelebaran sungai dan anak sungai, serta penataan saluran air menjadi langkah prioritas yang saat ini terus kami lakukan secara bertahap,” ujar KDS.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Bandung juga terus mengawal pembangunan Danau Retensi Tegalluar 1 yang direncanakan memiliki luas awal sekitar 1,5 hektare. Proyek tersebut telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan saat ini memasuki tahapan lanjutan.

KDS menjelaskan, danau retensi akan berfungsi sebagai penampung limpasan air saat hujan deras sehingga mampu mengurangi beban aliran sungai sekaligus meminimalkan genangan di kawasan permukiman warga.

“Alhamdulillah pembangunan Danau Retensi Tegalluar 1 sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan prosesnya terus berjalan,” katanya.

Dalam upaya memperlancar aliran air, pemerintah daerah juga akan mengevaluasi sejumlah infrastruktur yang dinilai menjadi hambatan. Beberapa jembatan dengan kapasitas yang sudah tidak memadai direncanakan untuk dibongkar dan diganti dengan konstruksi yang lebih representatif agar tidak menghambat aliran sungai.

KDS menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

KDS: Normalisasi Sungai dan Danau Retensi Jadi Kunci Penanganan Banjir Tegalluar




“Mudah-mudahan semua pihak mendukung dan menyadari bahwa ini untuk kepentingan bersama. Penanganan banjir Tegalluar membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar hasilnya maksimal,” ungkapnya.

Melalui normalisasi sungai, pembangunan danau retensi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, Pemkab Bandung berharap persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Tegalluar dan Bojongsoang dapat ditangani secara bertahap, efektif, dan berkelanjutan.


Reporter: Amad Ma'muri

Type above and press Enter to search.