![]() |
| Perjuangan Lima Tahun PGMNI: Tumbuh dalam Keterbatasan, Menguat dalam Kebersamaan Mengawal Kesejahteraan Guru Madrasah |
zonapasundan.com,– Kuningan //Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) genap memasuki usia ke-5 tahun pada 1 Juni 2026. Organisasi yang lahir di Kabupaten Karawang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila ini terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perjuangan guru madrasah dalam memperjuangkan kesejahteraan, profesionalisme, serta kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia.
Didirikan oleh Heri Purnama, seorang aktivis pendidikan dan guru madrasah asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, PGMNI tumbuh menjadi organisasi yang mampu menghimpun dan memperjuangkan aspirasi guru madrasah dari berbagai daerah. Semangat persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial yang menjadi ruh Hari Lahir Pancasila turut mewarnai perjalanan organisasi tersebut.
Selama lima tahun terakhir, PGMNI mencatat berbagai capaian penting. Organisasi ini berhasil membentuk kepengurusan di 28 provinsi di Indonesia, dengan 17 provinsi telah resmi dikukuhkan secara langsung. Langkah tersebut menjadi bukti semakin luasnya kepercayaan dan dukungan guru madrasah terhadap keberadaan PGMNI sebagai rumah perjuangan bersama.
Ketua Umum PGMNI, Haji Heri Purnama, bersama jajaran pengurus terus melakukan konsolidasi organisasi hingga ke daerah-daerah. Selain memperkuat kelembagaan, PGMNI juga aktif membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk DPR RI, Kementerian Agama Republik Indonesia, serta sejumlah organisasi profesi pendidikan lainnya.
Dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, PGMNI secara konsisten menyelenggarakan seminar, pelatihan, workshop, diskusi pendidikan, dan berbagai program pengembangan kompetensi guru madrasah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang di era transformasi digital.
Memasuki usia ke-5 tahun, PGMNI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan kesejahteraan guru madrasah. Di antaranya mendorong kebijakan PPPK bagi guru madrasah, memperjuangkan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru inpassing, percepatan sertifikasi guru, peningkatan insentif tenaga kependidikan non-PNS, hingga penguatan sarana dan prasarana madrasah.
Menurut PGMNI, kesejahteraan dan profesionalisme guru harus berjalan beriringan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas, maju, dan berdaya saing. Oleh karena itu, organisasi akan terus memperluas program pengembangan kompetensi melalui pelatihan, literasi digital, penelitian, publikasi ilmiah, dan berbagai kegiatan akademik lainnya.
Sebagai puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5, PGMNI akan menggelar kegiatan akbar pada 20 Juni 2026 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi pengurus dan anggota dari berbagai daerah di Indonesia.
![]() |
| Perjuangan Lima Tahun PGMNI: Tumbuh dalam Keterbatasan, Menguat dalam Kebersamaan Mengawal Kesejahteraan Guru Madrasah |
Peringatan Harlah ke-5 diharapkan menjadi tonggak semangat baru bagi PGMNI untuk terus hadir sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan hak, martabat, dan masa depan guru madrasah. Dari Karawang sebagai tempat kelahirannya hingga Kuningan sebagai tuan rumah Harlah, PGMNI menegaskan bahwa perjuangan untuk guru madrasah harus terus berlanjut demi terwujudnya pendidikan Indonesia yang lebih maju.
"Lima tahun adalah pijakan awal. Perjuangan harus terus berlanjut demi guru yang profesional dan sejahtera, madrasah yang berkualitas, serta Indonesia yang lebih maju," demikian semangat yang diusung PGMNI dalam memasuki usia ke-5 tahun.
Nuryadin)

