TSroBSz6GfYiGpMiGfW6GpMlTd==

Rp4,5 Miliar Dikucurkan untuk Puskesmas Cimanggung, Masyarakat Waspadai Potensi Penyimpangan

Rp4,5 Miliar Dikucurkan untuk Puskesmas Cimanggung, Masyarakat Waspadai Potensi Penyimpangan




zonapasundan com,- Sumedang //Pemerintah Kabupaten Sumedang akhirnya memulai pembangunan fisik relokasi Puskesmas Cimanggung melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, di lokasi baru yang berada di Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung.

Pembangunan fasilitas kesehatan yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp4.555.983.227 dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu memang menjadi kabar baik bagi masyarakat.

Namun di balik seremoni dan pidato pembangunan, publik tentu berharap proyek miliaran rupiah tersebut tidak sekadar menjadi bangunan megah yang terlihat indah dari luar, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

Selama bertahun-tahun, Puskesmas Cimanggung menghadapi persoalan serius berupa kelebihan kapasitas pelayanan.

Dengan cakupan layanan mencapai sekitar 60 ribu jiwa dari tujuh desa dan jumlah kunjungan pasien yang setiap hari menembus lebih dari 100 orang, kondisi fasilitas lama sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Camat Cimanggung Agus Wahyudin bersama Kepala Puskesmas Cimanggung Cepi Tricahyadi mengakui bahwa pembangunan gedung baru merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama diperjuangkan dan menjadi aspirasi warga.

Relokasi ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata terhadap berbagai keterbatasan yang selama ini menghambat optimalisasi pelayanan kesehatan.

Tidak hanya menghadirkan gedung yang lebih luas dan representatif, fasilitas baru tersebut juga dirancang untuk mengembangkan berbagai layanan kesehatan yang selama ini belum tersedia secara maksimal.

Mulai dari layanan fisioterapi, rehabilitasi medis, klinik psikologi hingga pengembangan ruang rawat inap yang lahannya sudah disiapkan untuk kebutuhan masa depan.

Namun di tengah harapan besar masyarakat, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah persoalan pengawasan!. 

Sebab pengalaman di berbagai daerah Diduga menunjukkan bahwa proyek pemerintah bernilai miliaran rupiah kerap menjadi sorotan ketika hasil pekerjaan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan pembangunan Puskesmas Cimanggung dikerjakan oleh CV. Bima Sakti dengan target penyelesaian selama 180 hari kalender. 

Waktu yang relatif singkat tersebut menjadi tantangan tersendiri agar kualitas pekerjaan tidak dikorbankan demi mengejar target penyelesaian.

Masyarakat tentu tidak ingin mendengar cerita klasik tentang bangunan pemerintah yang baru beberapa bulan digunakan tetapi sudah mengalami keretakan, kebocoran, kerusakan fasilitas, atau pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Anggaran miliaran rupiah bukan angka kecil. Setiap rupiah yang digunakan merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.

Menyikapi hal tersebut, Tim Redaksi Zona Pasundan yang dipimpin langsung oleh Pemimpin Redaksi Amad Ma'muri, SH., MH., menyatakan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan proyek sejak tahap awal hingga tuntas.

Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta target waktu yang telah ditetapkan.

Media Zona Pasundan juga mengingatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, konsultan pengawas, maupun pihak pelaksana proyek agar tidak bermain-main dengan amanah rakyat.

Kualitas material harus sesuai standar, volume pekerjaan harus tepat, dan penggunaan anggaran harus terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan sampai proyek yang lahir atas nama kepentingan masyarakat justru meninggalkan pertanyaan di kemudian hari.

Jangan sampai uang rakyat yang dikucurkan hingga miliaran rupiah hanya menghasilkan bangunan yang megah saat peresmian, tetapi menyisakan masalah ketika mulai digunakan.

Rp4,5 Miliar Dikucurkan untuk Puskesmas Cimanggung, Masyarakat Waspadai Potensi Penyimpangan


Warga Cimanggung tidak membutuhkan pencitraan. Mereka membutuhkan pelayanan kesehatan yang layak, aman, nyaman, dan berkualitas.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan Puskesmas Cimanggung bukan diukur dari megahnya seremoni peletakan batu pertama, melainkan dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat setelah bangunan itu berdiri dan beroperasi.

Publik dan Media Zona Pasundan akan terus mengawasi. Sebab setiap rupiah uang negara wajib kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang nyata, bukan sekadar laporan proyek yang terlihat sempurna di atas kertas.


Tim

Type above and press Enter to search.