![]() |
| BBIAT Kota Cimahi Bekali Peserta PKL dengan Manajemen Akuakultur Berbasis Riset BRIN |
zonapasundan.com,– Cianjur //UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kota Cimahi memberikan pembekalan kepada siswa dan mahasiswa peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) melalui materi "Dasar-dasar dan Manajemen Akuakultur" yang menghadirkan dua periset dan praktisi dari Pusat Riset Budidaya Air Tawar, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMKN 1 Kuningan, SMKN 1 Bojongpicung Cianjur, serta mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Diponegoro (Undip) yang sedang menjalani PKL di lingkungan BBIAT Kota Cimahi.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Mariam, S.Pt., M.M., mengatakan pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja (link and match) guna mencetak sumber daya manusia unggul di sektor perikanan budidaya.
"BBIAT bukan hanya unit produksi benih ikan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi. Kehadiran siswa dan mahasiswa dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi menunjukkan komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi tantangan industri akuakultur modern," ujarnya.
Menurutnya, kerja sama antara BBIAT dan BRIN dalam pengembangan teknologi tepat guna menjadi alasan dipilihnya para periset BRIN sebagai narasumber. Dengan demikian, peserta memperoleh materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis riset terkini dan dapat diterapkan langsung di lapangan.
Sementara itu, Kepala UPTD BBIAT Kota Cimahi, Ati Listianawati, S.Pt., M.AP., menjelaskan pembekalan ini bertujuan menyamakan pemahaman peserta sebelum terjun ke kegiatan operasional.
![]() |
| BBIAT Kota Cimahi Bekali Peserta PKL dengan Manajemen Akuakultur Berbasis Riset BRIN |
"Kami ingin peserta memahami prinsip dasar budidaya ikan, manajemen kualitas air, kesehatan ikan, biosekuriti hingga pengelolaan produksi yang efisien. Dengan bekal tersebut, mereka akan lebih cepat beradaptasi dan mampu mengikuti kegiatan PKL secara optimal," katanya.
Ia menambahkan, program PKL memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Peserta memperoleh pengalaman kerja nyata serta kesempatan mengintegrasikan teori dengan praktik, sedangkan BBIAT mendapatkan dukungan tenaga operasional yang antusias sekaligus ide-ide baru dari kalangan akademisi.
Dalam sesi materi bertajuk "Manajemen Akuakultur, Bisnis Perikanan Budidaya di Tangan Generasi Muda: Antara Peluang Kejayaan dan Tantangan Pengelolaan Modern", Periset BRIN Dr. Ir. Dasep Hasbullah, S.P., M.Si., IPM. menegaskan bahwa PKL bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi momentum strategis untuk membentuk generasi muda sebagai agen perubahan di bidang akuakultur.
Menurutnya, perpaduan antara fondasi riset BRIN dan manajemen akuakultur profesional akan melahirkan sumber daya manusia yang siap berinovasi, memimpin, serta memperkuat kemandirian pangan perikanan Indonesia di masa depan.
"Antusiasme generasi muda terhadap dunia perikanan merupakan modal utama untuk mewujudkan akuakultur Indonesia yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing global," ungkapnya.
Narasumber lainnya, Dian Permana, S.Pi., berharap para peserta tidak hanya memahami konsep dasar manajemen akuakultur, tetapi juga memiliki wawasan bisnis serta mampu menerapkannya dalam usaha budidaya perikanan yang berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pembekalan berjalan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai teknologi budidaya, pengelolaan akuakultur modern, hingga tantangan pengembangan sektor perikanan berkelanjutan.
![]() |
| BBIAT Kota Cimahi Bekali Peserta PKL dengan Manajemen Akuakultur Berbasis Riset BRIN |
Di akhir kegiatan, BBIAT Kota Cimahi menyampaikan apresiasi kepada BRIN atas kontribusi ilmu dan pengalaman yang diberikan kepada peserta PKL.
Melalui sinergi antara BBIAT, BRIN, sekolah kejuruan, dan perguruan tinggi, Pemerintah Kota Cimahi berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, semangat inovasi, serta kesiapan berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Dasep


