![]() |
| Teguhkan Pramuka sebagai Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda Ratusan Pramuka Meriahkan Hari Pramuka ke-65 di Cikalongkulon |
zonapasundan.com,- Cianjur //Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum penting bagi Gerakan Pramuka untuk kembali meneguhkan jati dirinya sebagai wadah pendidikan karakter sekaligus ruang tumbuh bagi generasi muda yang disiplin, tangguh, mandiri, kreatif, dan memiliki semangat kebangsaan.
Semangat tersebut terasa dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Cikalongkulon yang digelar Sabtu (15/8/2026) di Alun-Alun Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan berlangsung semarak dengan melibatkan ratusan anggota Pramuka dari berbagai gugusdepan dan jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Cikalongkulon.
Upacara peringatan diikuti anggota Pramuka golongan Penggalang hingga Penegak yang berasal dari berbagai gugusdepan SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK se-Kecamatan Cikalongkulon. Kehadiran mereka tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni tahunan, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan keberlanjutan pendidikan kepramukaan di tengah kehidupan generasi muda.
Sejumlah unsur penting Gerakan Pramuka turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya para Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka), Andalan Ranting, pengurus Kwarran Cikalongkulon, para pembina, serta sejumlah tamu undangan.
Camat Cikalongkulon sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Cikalongkulon, Iyus Yusuf, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya,Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas antusiasme para anggota Pramuka yang mengikuti rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi gambaran bahwa nilai-nilai kepramukaan masih memiliki relevansi kuat dalam membentuk karakter generasi muda.
"Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut", kata Iyus,
bukan sekadar slogan, melainkan menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka memiliki ruang yang luas untuk mengambil bagian dalam berbagai agenda pembangunan nasional, termasuk dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Karena itu, semangat nasionalisme, disiplin, dan kepedulian terhadap tanah air harus terus tumbuh,” ujar Iyus dalam amanatnya.
Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari upaya menanamkan rasa tanggung jawab, kemandirian, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
"Dalam konteks tersebut, Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis karena pendidikan kepramukaan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam ruang, tetapi juga melalui pengalaman, kegiatan sosial, kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Cikalongkulon",tuturnya.
lanjut Iyus, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman.
“Pramuka harus terus menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” menjadi semangat yang mengiringi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Cikalongkulon, Nawawi Somdani, mengatakan bahwa peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat berkarya di kalangan anggota Pramuka.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan harus terus dikembangkan agar mampu menjadi wadah yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi generasi muda. Melalui berbagai aktivitas, anggota Pramuka dapat belajar mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, serta kepedulian terhadap sesama.
“Semangat kebersamaan harus terus dirawat. Pramuka bukan hanya tentang seragam dan kegiatan upacara, tetapi tentang bagaimana nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian semangat yang disampaikan dalam momentum peringatan tersebut.
Usai pelaksanaan upacara inti, kemeriahan peringatan berlanjut dengan berbagai kegiatan yang melibatkan para peserta. Persembahan seni menjadi salah satu bagian yang memberikan warna tersendiri, disusul pertunjukan drumband yang menghadirkan suasana meriah di kawasan Alun-Alun Cikalongkulon.
Berbagai perlombaan dan pawai juga digelar sebagai ruang bagi para peserta untuk menampilkan kreativitas, keterampilan, keberanian, serta kekompakan.
Setiap penampilan menjadi cerminan bahwa kegiatan Pramuka dapat dikemas secara dinamis, kreatif, dan dekat dengan dunia generasi muda.
"Di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan yang lebih substansial: bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses yang panjang dan konsisten. Disiplin tidak lahir dalam sekejap, kemandirian tidak tumbuh tanpa latihan, dan rasa cinta terhadap bangsa membutuhkan pengalaman nyata yang terus ditanamkan sejak dini",ucap Nawawi Somdani.
Gerakan Pramuka menjadi salah satu ruang yang memungkinkan nilai-nilai tersebut tumbuh melalui kegiatan yang sederhana, tetapi sarat makna. Dari barisan yang tertib, kerja sama dalam kelompok, keberanian tampil di hadapan publik, hingga kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, semuanya merupakan bagian dari proses pembentukan karakter.
"Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Cikalongkulon pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjalanan panjang Gerakan Pramuka, tetapi juga tentang melihat masa depan. Generasi muda hari ini merupakan bagian dari generasi yang kelak menentukan arah perjalanan bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas 2045",tutur Nawawi
![]() |
| Teguhkan Pramuka sebagai Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda Ratusan Pramuka Meriahkan Hari Pramuka ke-65 di Cikalongkulon |
Lanjut Nawawi Somdani Dengan semangat kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap tanah air, Gerakan Pramuka Cikalongkulon menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai ruang pendidikan karakter sekaligus tempat lahirnya generasi muda yang tangguh, berintegritas, kreatif, dan siap mengambil peran dalam pembangunan.
"Dari Cikalongkulon, semangat itu kembali diteguhkan: bahwa membangun bangsa tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia dapat tumbuh dari barisan-barisan kecil yang tertib, dari tangan-tangan muda yang mau bekerja bersama, dan dari hati generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap negeri",tutupnya
Hari Pramuka ke-65 menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, matang dalam sikap, serta siap mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi bangsa dan negara.
Ben

