![]() |
| Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jawa Barat 2026, Sarongge Valley Jadi Ruang Pembentukan Karakter dan Kemandirian Warga Belajar |
CIANJUR//ZONA PASUNDAN – Kabupaten Cianjur menjadi tuan rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar melalui perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami), 18–20 September 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, dengan mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dan slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli.”
Gema Tunas V mempertemukan warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat melalui rangkaian kegiatan kepramukaan, perlombaan, pembinaan serta aktivitas kebersamaan.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perkemahan dan kompetisi. Lebih dari itu, Gema Tunas V dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi warga belajar Paket B dan Paket C untuk mengembangkan karakter, kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan pendidikan turut hadir dalam pembukaan. Di antaranya Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T., Bupati Cianjur Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cianjur Suci Wijayanti, S.H., M.Kn.
Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Dr. Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur H. Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si., Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or., dan Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat Komalasari, M.Pd.
Dari unsur Forum PKBM hadir Ketua DPW Forum PKBM Provinsi Jawa Barat Heru Saleh, M.Pd., serta Ketua DPD Forum PKBM Kabupaten Cianjur Deni Abdul Kholik, S.Pd.I., M.AP. Turut hadir para kepala FK PKBM kabupaten/kota, kepala SKB, pengelola PKBM, tutor, pendidik, peserta, panitia dan tamu undangan lainnya.
Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan Gema Tunas V merupakan program Forum Komunikasi PKBM Provinsi Jawa Barat yang tahun ini dipercayakan untuk digelar di Kabupaten Cianjur.
Menurut Deni, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi warga belajar pendidikan nonformal.
“Kegiatan Pramuka pendidikan nonformal ini dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian dan kedisiplinan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga belajar Paket B dan Paket C untuk mengembangkan potensi melalui kepramukaan dan aktivitas kebersamaan,” ujar Deni.
Ruang Belajar di Luar Kelas
Gema Tunas V diikuti kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setiap daerah mengirimkan peserta, pembina pendamping dan official.
Sebanyak 12 jenis perlombaan disiapkan dalam kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis kepramukaan, tetapi juga menerapkan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga belajar untuk berinteraksi dengan peserta dari daerah lain, membangun persahabatan, bekerja dalam kelompok serta belajar menghargai perbedaan.
Menurut Deni, lingkungan perkemahan justru menjadi bagian dari proses pembelajaran. Selama berada di Sarongge Valley, peserta dituntut mampu mengatur diri, mematuhi jadwal, menjaga kebersihan, bekerja sama serta bertanggung jawab terhadap perlengkapan dan lingkungan sekitar.
“Karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung bagaimana hidup disiplin, bekerja sama, menjaga lingkungan dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” kata Deni.
Sarongge Jadi Bagian dari Pengalaman Peserta
![]() |
| Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jawa Barat 2026, Sarongge Valley Jadi Ruang Pembentukan Karakter dan Kemandirian Warga Belajar |
Kondisi alam Sarongge Valley juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta. Udara yang relatif dingin, terutama pada malam hari, membuat peserta harus mempersiapkan perlengkapan secara matang.
Selain perlengkapan pribadi dan seragam Pramuka, peserta membawa jaket, jas hujan, sepatu lapangan, perlengkapan ibadah, obat-obatan pribadi serta perlengkapan pendukung perkemahan.
Peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan kebersamaan, termasuk karnaval dengan konsep ecoprint yang menampilkan pakaian adat maupun kreasi daerah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, pembimbing pendamping turut bertanggung jawab terhadap kedisiplinan, kesehatan dan keamanan peserta. Panitia juga menerapkan ketentuan jam malam dengan mewajibkan peserta berada di dalam tenda dan beristirahat paling lambat pukul 22.00 WIB.
Sementara untuk menjaga ketertiban, panitia menerapkan aturan dan sanksi sesuai tingkat pelanggaran. Pelanggaran ringan diberikan teguran, sedangkan pelanggaran berat dapat berujung pada pengeluaran peserta atau diskualifikasi. Apabila ditemukan unsur pidana, penanganannya diserahkan kepada pihak berwenang.
Bupati Cianjur Soroti Angka Tidak Sekolah
Sementara itu, Bupati Cianjur Dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan Gema Tunas V diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat Cianjur, khususnya dalam memperluas akses pendidikan.
Menurut Wahyu, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan dari sejumlah daerah di luar Jawa Barat, seperti Lampung, Banten, Riau, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara Barat.
Ia menilai keberadaan PKBM dan SKB memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menangani persoalan masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan secara optimal.
“Angka tidak sekolah di Cianjur cukup tinggi saat ini dan ini menjadi perhatian kita. Kami ingin melakukan pemerataan pendidikan kepada seluruh masyarakat,” ujar Wahyu.
Wahyu menjelaskan, masyarakat yang masih berada dalam usia wajib belajar diarahkan untuk mengikuti pendidikan formal. Sementara masyarakat yang telah melewati usia wajib belajar, termasuk pemuda maupun orang dewasa yang sebelumnya tidak menyelesaikan pendidikan, dapat memanfaatkan program pendidikan kesetaraan melalui PKBM dan SKB.
“Bagi yang di luar usia wajib belajar, kita mendorong para pemuda, bapak dan ibu yang sudah bekerja tetapi dulu putus sekolah untuk mengikuti pembelajaran di SKB dan PKBM,” katanya.
Melalui program Paket A, Paket B dan Paket C, masyarakat dapat kembali memperoleh kesempatan belajar serta mendapatkan ijazah yang setara dengan jenjang pendidikan formal.
Wahyu menyebut angka tidak sekolah di Cianjur saat ini berada di kisaran 46.000 orang. Namun, angka tersebut mencakup masyarakat dengan rentang usia yang sangat luas, termasuk mereka yang telah berusia lanjut.
Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong masyarakat yang masih berusia relatif muda dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan agar memanfaatkan PKBM yang tersedia di masing-masing kecamatan.
“Kita harus realistis. Kita dorong yang usianya masih muda dan memiliki semangat untuk mengikuti PKBM yang ada di kecamatannya masing-masing,” tuturnya.
Memperkuat Pendidikan Nonformal
Gema Tunas V menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan nonformal dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat.
Melalui kepramukaan, warga belajar mendapatkan pengalaman langsung mengenai kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga belajar Paket B dan Paket C untuk mengembangkan potensi serta memperoleh pengalaman sosial yang tidak selalu didapatkan dalam pembelajaran rutin.
![]() |
| Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jawa Barat 2026, Sarongge Valley Jadi Ruang Pembentukan Karakter dan Kemandirian Warga Belajar |
“Harapannya, setelah mengikuti Gema Tunas ini, anak-anak bukan hanya membawa pengalaman tentang Pramuka. Mereka juga membawa nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Deni.
Gema Tunas V sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara PKBM, SKB, pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka dalam memberikan ruang tumbuh bagi warga belajar pendidikan nonformal.
Dari Sarongge, Cianjur, pendidikan nonformal tidak hanya berbicara tentang kesempatan belajar, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter agar warga belajar mampu berkarya, berbakti dan peduli di tengah masyarakat.
Iwan


